7 Tool Untuk Troubleshooting Jaringan

kembali di beritatentangit.com, pada kesempatan ini saya akan memposting 7 Tool Untuk Troubleshooting Jaringan. Sebelum melanjutkan apa saja 7 tool tersebut, maka saya akan jelaskan cara menggunakan dan  contoh penggunaan 7 tool tersebut di postingan terpisah. Kalau jadi satu postingan akan menjadi sangat panjang. oke lanjut…. mari sama sama kita simak, apa saja 7 Tool tersebut.

1. MTR (My Traceroute)

MTR (My Traceroute) adalah gabungan dari ping dan traceroute / tracert. Loh… maksudnya apa ya kok di gabung. kalau kalian biasanya menggunakan ping untuk mengirim paket dari asal ke tujuan dan menggunakan traceroute atau tracert untuk mengetahui berapa jumlah hop, maka dengan MTR (My Traceroute) kalian bisa malakukan keduanya secara bersamaan. Bahkan MTR (My Traceroute) menampilkan informasi yang lebih detail dengan berapa persen paket loss di setiap hop. berikut penampakan MTR (My Traceroute)

7 Tool Untuk Troubleshooting Jaringan

2. Dig

Dig digunakan untuk pengetesan dns server, loh… apanya yang di TES ?. contoh kasusnya seperti ini. kalian punya hosting dan domain di suatu penyedia hosting dan domain terbaik seperti digimedihosting #promosi, lalu suatu hari kalian ingin menambahkan subdomain baru dengan nama member.digimediahosting.com, setelah subdomain baru tersebut berhasil ditambahkan lalu kalian tes apakah subdomain tersebut sudah bisa diakses melalui laptop atau komputer kalian. Jika sudah bisa di akses maka akan terlihat nama subdomain tersebut mengarah ke ip publik server hosting

3. Paping

tool paping ini bisa di katakan sepele, tapi fakta di dunia jaringan tool ini sangat berguna dan mudah kita gunakan. tool ini sangat bermanfaat jika kalian punya jaringan dengan satu ip publik lalu ada pengaturan nat forward / port foward di dalam router kalian. contohnya seperti ini, kalian punya dvr cctv dengan port 3312, lalu agar dvr tersebut bisa di akses dari luar / internet maka kalian perlu menambahkan nat forward / port forward di router. sehingga dvr cctv tersebut bisa di akses menggunakan ip publik dan port yang sudah di tentukan. lalu bagaimana caranya kita memastikan bahwa nat foward atau port forward tersebut sudah berhasil kita atur di router, salah satu caranya adalah menggunakan paping

4. sipcalc

sipcalc adalah tool subneting yang sangat saya rekomendasikan. sipcalc memudahkan kita untuk membagi network menjadi beberapa subnet.

5. nmap

nmap bisa kalian gunakan untuk meningkatkan keamanan jaringan anda, dengan menggunakan nmap kita bisa tahu dan menganalisa port yang terbuka. port yang terbuka dan rawan sabagai jalur masuknya virus atau malware bisa kalian tutup agar mengurangi resiko penyebarannya

6. whois

whois di gunakan untuk mengetahui kepemilikan nama domain atau kepemilikan IP Publik. Jika kita ingin mengetahui informasi detail tentang kempemilikan nama domain, tanggal di buat, dll bisa menggunakan tool whois. whois juga bisa kita gunakan untuk mengetahui kepemilikan alamat IP Publik.

7. Ping

tool yang ketujuh merupakan tool dasar yang sering kita gunakan untuk keperluan troubleshooting jaringan.  Untuk fungsi dan cara penggunaan saya skip saja dulu karena saya yakin kalian sudah banyak yang mencoba

sekian dulu part 1 tentang 7 tool untuk troubleshooting jaringan, nantikan part berikutnya.

untuk cara penggunaan setiap tool yang saya sebutkan akan saya buatkan postingan terpisah

Tutorial Merubah Compliance Test Litebeam AC

halo semuanya…… setelah sekian lama tidak menulis blog, akhirnya saya bisa menulis lagi. ya karena ada urusan keluarga sehingga saya harus fokus di keluarga dulu.

pada kesempatan yang berbahagia ini saya ingin membuat membagi Tutorial Merubah Compliance Test Litebeam AC menjadi compliance test. merubah country code menjadi compliance test memang menjadi suatu kewajiban untuk kita yang bergerak di bidang jasa ISP dan menggunakan media wireless, karena dengan country code compliance test kita bisa leluasa memilih frequency sesuai kebutuhan. BTW jangan lupa update firmware ke versi 8.0 terlebih dahulu

langsung saja bagaimana cara merubah country code compliance test pada litebeam ac

1. kita login di litebeam ac melalui ssh, jika pengguna windows bisa pakai software putty

2. setelah berhasil login kita ketikan perintah di bawah ini

sed -i ‘s/countrycode=32/countrycode=5000/g’ /tmp/system.cfg

dan

sed -i ‘s/countrycode=32/countrycode=5000/g’ /tmp/running.cfg

3. ketik save

4. ketik reboot

dengan mengikuti 3 langkah tersbut maka country code litebeam ac kalian sudah berubah menjadi compliance test. demikianTutorial Merubah Compliance Test Litebeam AC. semoga bermanfaat

Cara Mengatasi Interferensi Wireless Part 3

ini adalah lanjutan dari arikel Cara Mengatasi Interferensi Wireless Part 1 dan Cara Mengatasi Interferensi Wireless Part 2.

pada part 2 saya membahas tentang air magic, tool yang ada di ubiquiti. pada kesempatan ini saya akan membahas Cara Mengatasi Interferensi Wireless Part 3 di mikrotik. produk ubiquiti dan mikrotik adalah kedua produk yang sering saya gunakan. Jadi kalau di tanya masalah performa antara kedua produk tersebut maka saya belum bisa membandingkan, karena kedua produk tersebut memiliki kelebihan masing – masing

bagamaimana cara mengatasi interferensi wireless ?, caranya adalah menganti wireless protocol

Cara Mengatasi Interferensi Wireless Part 3

pengaturan wireless protocol yang ada di mikrotik terdiri dari 3 (802.11, nstream, dan nv2). Sebelum artikel ini saya tulis, website mikroti.co.id sudah melakukan percobaan untuk membandingkan diantara tiga tersebut mana yang lebih baik. Hasil perbandingan tersebut, dinyatakan  bahwa protocol nv2 bisa menghasilkan throughput lebih besar dari pada 802.11 dan nstream.

apakah nv2 pasti lebih baik dari pada 802.11 dan nstream ?, jawabnya belum tentu. Pengalaman pribadi saya ketika tingkat interferensi mulai tinggi terkadang nv2 tidak bisa menghasilkan throughput yang besar. Sehingga saya lebih memilih menggunakan nstream atau 802.11.

agar kalian bisa menentukan wireless protocol mana yang bisa menghasilkan throughput besar, maka ikutilah cara berikut ini

1. Pengaturan di sisi Station

di sisi station kalian pilih wireless protocol any (artinya sisi station mendukung semua wireless protocol). isitilah begini, sisi station pasti mengikuti apa saja yang atur di sisi Access Point. Kalau di sisi Access Point menggunakan nv2 maka sisi station akan mengikutinya, begitu juga ketika sisi Access Point menggunakan nstream maka sisi station akan mengikutinya.

Cara Mengatasi Interferensi Wireless Part 3

2 Pilih wirless protocol dan lakukan pengujian

di sisi Access Point kalian bisa mencoba satu persatu di antara 3 wireless protocol tersebut mana yang bisa menghasilkan throughput besar. Setelah di pilih lakukan pengujian dengan cara bandwidth test dari sisi Access Point menuju Station.

Cara Mengatasi Interferensi Wireless Part 3

sebagai tambahan jangan lupa untuk menentukan frequency yang “kosong” agar hasil test dan throughput bisa maksimal. Untuk penjelasan detail tentang apa itu 802,11, nstream, dan nv2, kalian bisa baca di mikrotik.com atau mikrotik.co.id

demikian artikel tentang cara Cara Mengatasi Interferensi Wireless Part 3, semoga bermanfaat

Cara Mengatasi Interferensi Wireless Part 2

Ini ada lanjutan dari postingan sebelumnya, jika kalian belum baca silakan baca postingan sebelumnya http://s.id/ccn

pada postingan ini saya akan membahas fitur Air Magic di Ubiquiti. Apa itu Air Magic ? Air Magic adalah tool yang bisa kalian gunakan untuk mengatasi interferensi wireless. Menurut saya tool ini “mempermudah hidup” untuk memilih frequency dan channel width agar link wireless yang saya gunakan bisa maksimal. Kalian bisa menggunakan tool tersebut jika kalian sudah upgrade ke Air OS 8

penampakan tool tersebut seperti di bawah ini

dari gambar tersebut kalian bisa lihat channel width dan frequency di kedua sisi AP dan CPE (Station). Kalian tinggal pilih channel width dan frequency yang disarankan oleh Air Magic, lalu channel width dan frequency kedua sisi (AP dan Station) akan berubah sesuai pilihan kalian.

Sebagai catatan untuk mengunakan fitur ini sebaiknya kedua sisi (AP dan Station) sudah terhubung, sehingga kalian tinggal ganti channel width dan frequency untuk memaksimalkan throughput.

 

Cara Mengatasi Interferensi Wireless Part 1

Dari judulnya saya sudah ngeri ngeri sedap, cara mengatasi interferensi wireless part 1. Kenapa ada kata part 1 ?, karena terlalu panjang jika saya tulis dalam satu postingan saja. Saya pribadi sudah mengenal jaringan wireless sejak SMK, lalu saya mulai menekuni jaringan wireless yaitu pada saat kerja dan magang di ISP di Surabaya. Perkembangan dunia jaringan sekarang sudah sangat pesat bahkan lajunya sudah tidak terbendung lagi. Begitu banyak ISP / Instansi Pemerintah / Perusahaan Swasta yang menggunakan jaringan wireless sebagai jalur lalu lintas data. Saya juga pusing dengan jaringan wireless yang semakin hari semakin banyak, apalagi di kota kota besar seperti surabaya, jakarta, bali, dll.

interferensi kata lain dari gangguan. Interferensi wireless terjadi ketika kita ada dua atau lebih access point yang menggunakan frekuensi yang sama, ibarat kata lebar jalan yang digunakan sudah tidak cukup menampung jumlah kendaraan. Sehingga kita harus mencari jalan lain agar terhidar dari kemacetan

Langsung saja saya akan bahas bagaimana cara mengatasi interferensi wireless part 1.

1. Pilih Frekuensi yang Tidak Berdekatan

jika kalian terbiasa menggunakan mikrotik, maka kalian bisa menggunakan fitur snooper. fitur snooper bbisa kalian gunakan untuk mengetahui load dan besar traffic tiap frequensi dengan informasi yang lebih mendetail. Snooper dapat menampilkan info Access Point, jumlah Station dan Client nya, sinyal, serta masing-masing bandwidth nya

cara mengatasi interferensi wireless part 1

setelah itu bagaimana cara kita memilih frekuensi yang tepat agar data bisa kita lewat melalui jaringan wirless tersebut. Bisa kalian lihat gambar di bawah ini

cara mengatasi interferensi wireless part 1

jika ada access point yang menggunakan frekuensi 2.400 – 2.420, maka frekuensi terbaik yang bisa kita gunakan adalah 2.430 – 2.440 atau 2.450 – 2.470. Bagaimana kalau semua frekuensi sudah di gunakan ? “biasanya” saya pilih frekuensi yang paling sedikit digunakan oleh access point “tetangga” . 

2. Membuat Scan List / Frequency List

membuat scan list bertujuan untuk mempersempit pemancaran sinyal access point dan pencarian sinyal station. penjelasan singkatnya seperti ini, jadi mulai 2.400 s/d 2.470 kita bisa melihat frekuensi mana yang kosong lalu kita tentukan scan list atau frequency list di kedua sisi (Access Ponit dan Station). Ketika kita sudah menentukan scan list atau frequency list maka access point fokus memancatkan sinyal pada frekuensi tertentu, lalu station juga akan fokus menerima sinyal pada frekuensi tertentu

cara mengatasi interferensi wireless part 1

3, Mengatur Data Rate

cara mengatasi interferensi wireless part 1

fungsi pengaturan data rate biasanya saya gunakan di produk mikrotik, bagaimana dengan produk UBNT, saya belum pernah mencoba. Mungkin saya akan tulis data rate UBNT di postingan selanjutnya, Oke saya lanjutkan, data rate adalah rata rata atau maksimal berapa Mbps data yang bisa di lewati jaringan wiireless. Kalau kalian pernah melihat tulisan b/g di jaringan wireless maka artinya data maksimal atau rata rata yang bisa lewat melalui jaringan wireless tersebut antara 1 Mbps s/d 54 Mbps. Terus apa itu b dan apa itu g, pada mulanya generasi wireless dibuat secara bertahap mulai dari IEEE 802.11b, kemudian IEEE 802.11g dst. Kalau kita hanya menggunakan b saja maka data maksimal atau rata rata yang bisa lewat melalu jaringan wireless tersebut antara 1 Mbps s/d 11 Mbps.

kalau saya pribadi akan mengatur data rate dengan cara mempersempit, maksudnya mempersempit bagaimana ?

contohnya : kalau ada wireless ptp (point to pont) kedua sisi menggunakan band 2,4 b/g maka jumlah maksimal atau rata-rata data yang bisa lewat antara 1 Mbps s/d 54 Mbps secara teori, tetapi kalau di sekitar kita banyak yang menggunakan jaringan wireless kemungkinan data yang lewat tidak akan bisa mencapai maksimal. Sehingga saya akan mempersempit data rate dari 1 Mbps s/d 12 Mbps.

catatan penting : jika ptp wireless di gunakan untuk user atau customer yang trafik datanya kurang dari 54 Mbps maka mempersempit data rate merupakan cara mengatasi interferensi wireless. Lalu…… jika anda membangun jaringan wireless untuk keperluan backbone atau memang user anda membutuhkan trafik data sampai 54 Mbps maka anda wajib memaksimalkan data rate

sekian dulu untuk cara mengatasi interferensi wireless part 1 semoga bisa bermanfaat, semoga part selanjutnya bisa segera saya posting. terima kasih

 

3 Review Totolink N300RT

3 Review Totolink N300RTseteleh mereview tentag Litebeam AC, selanjutnya saya melakukan 3 review Totolink N300RT. nama totolink memang jarang terdengar di dunia persilatan, apalagi nama “TOTO” sering kita jumpai di toilet. Jadi cerita singkatnya adalah saya ingin membeli Access Point Indoor untuk keperluan Hotspot, setelah saya tanya sana sini akhirnya saya memustukan memilih totolink karena 1 alasan yaitu MURAH. Biasanya saya beli TP Link, tetapi karena ada “penghematan” maka dari itu saya beli totolink. Saya  akan bandingkan Totolink N300RT dengan TP Link WA801ND, kalau kita lihat secara spesifikasi beda beda tipis, tapi selisih harganya lebih kurang 150.000. Lumayan selisih harganya segitu bisa kita pakai untuk makan – makan sambil ngopi. Harga jauh lebih murah terus kualitasnya seperti apa ?, nah…. saya akan jelaskan satu per satu

1. Desainnya Sangat Unik dan Minimalis

kalau kalian lihat gambarnya Totolink N300RT di google maka bentuknya kontak kecil seperti kotak makan anak TK, berwarna putih dan hitam. Bentuk access point ini lebih kecil dari pada TP Link dan sama seperti TP Link ada tombol On/Off di belakang. Fungsi Totolink bukan hanya bisa sebagai access point tetapi bisa juga berfungsi sebagai wireless router, tersedia juga 5 port ethernet yang bisa juga kita gunakan apabila user yang ingin pakai kabel UTP. Berbeda dengan TP Link, 2 antena di Totolink tidak bisa dilepas seperti punyanya TP Link

2. User Interface (UI)

kalau user interface pasti beda dengan TP Link, sehingga tidak akan saya bandingkan lebih bagus yang mana. kalau kalian ingin tahu UI dari totolink bisa coba demonya di http://s.id/f0i.

Saya akan fokus membahas tentang perbedaaan fitur Totolink dan TP Link, perbedaan pertama adalah bisa multiple SSID, perbedaan kedua bisa membatasi jumlah maksimal hp, laptop, tablet, dll yang terhubung ke totolink, dan yang paling saya suka adalah ada penjadwalan untuk reboot yang bisa kita atur sesuai keinginan kita.

3. Kualitas dan Hasil Test

mohon maaf saya tidak bisa melampirkan hasil test dari totolink N300RT, tetapi kalian tidak perlu kecewa karena sudah ada website yang melakukan test kepada totolink N300RT, silakan kunjungi http://s.id/f0B. Kalau sudah lihatnya pasti kalian tidak akan percaya dengan hasil test tersebut. Saya awalnya pun juga begitu, tetapi saya buktikan sendiri hasilnya memang TOP BGT dan HARGA MURAH tetapi kualitas tidak mengecewakan. Hasil test tersebut bisa di jadikan acuan kalau interferensi wireless masih kalau masih “BATAS WAJAR”

sekian dulu 3 review Totolink N300RT, jika ada saran dan kritik bisa komen di bawah

terima kasih

5 Review Litebeam AC dan AirOS 8

5 Review Tentang Litebeam AC dan AirOS 8

saya akan memberikan 5 review litebeam AC dan AirOS 8, beberapa hari yang lalu saya membeli sepasang Litebeam AC untuk keperluan PTP (Point To Point) Wireless.  Ada beberapa hal yang berkesan bagi saya tentang litebeam ac,

1. Cara Merakit

cara merakit litebeam ac seperti kita bermain lego. kita tinggal merakit tanpa menggunakan baut / sekrup. sehingga obeng dan kunci pas tidak saya butuhkan

2. Tampilan UI (User Interface)

user interface yang di gunakan berbeda dengan user interface yang biasanya saya jumpai. menggunakan firmware Air OS 7, tampilan UI tersebut terlihat lebih bagus dari pada Air OS 5 atau 6.

3. Cara menghubungkan Produk UBNT AC dan Produk UBNT Non AC

ini yang menurut saya agak ribet dan awalnya membingungkan, kalau produk tetanga sebelah sebut saja mikrotik bisa merubah band ac menjadi band a only atau menjadi band a/n tanpa melakukan upgrade firmware maka beda cerita dengan produknya ubnt. Untuk beberapa kasus tidak selamanya kita menggunakan band ac, bisa jadi kita menggunakan band a/n karena posisi station atau acces point belum support mode ac.

Tapi pada akhirnya saya bisa menghubungan kedua perangkat tersebut dengan cara mengupgrade firmware, Litebeam AC saya upgrade dari firmware AirOS 7 ke 8 dan Bullet M5 saya upgrade dari firmware AirOS 5 ke 6. Hasilnya bisa terhubung dengan cara Litebeam AC di ganti menjadi Access Point PTMP Airmax Mixed dan Bullet M5 menjadi mode Station. Bagaimana kalau di balik, Bullet M5 menjadi Access Point dan Litebeam AC menjadi station, maka hasilnya tidak bisa terhubung. Kenapa tidak bisa ? karena Litebeam AC hanya bisa scan Access Point yang support AC saja.

jika anda yang belum mengerti tentang band ac, a, atau n saya akan jelaskan di postingan berbeda. semoga ada waktu untuk menulis hal tersebut

4, Tentang Firmware AirOS 8

cara setting liteabeam AC dengan menggunakan firmware AirOS 8 lebih simple dan tidak terlalu banyak option yang membingungkan seperti tetanga sebelah sebut saja mikrotik, Kalian akan di paksa atau wajib merubah password default ubnt menjadi password yang tidak default, hal tersebut juga berlaku untuk firmware AirOS 7 dan 6.

Satu hal yang sedikit kurang memuaskan tentang litebeam ac dan airOS 8  yaitu tidak bisa merubah country code menjadi compliance test secara gratis. Anda bisa mengganti country code menjadi compliance test tetapi menggunakan software berbayar.

5. AirMagic

kelebihan setelah upgrade firmware AirOS 8 adalah fitur air magic, biasanya pengguna ubnt menggunakan airview dan pengguna mikrotik menggunakan snooper untuk memilih frekuensi terbaik agar throughput bisa maksimal.

Nah… Air OS 8 punya fitur AIrMagic, apa itu ?, Intinya adalah Using AirMagic to quickly identify and solve local interference sources (menggunakan AirMagic untuk mengindentifikasi dan menyelesaikan maslah interferensi wireless)

untuk cara menggunakan fitur AirMagic saya akan jelaskan di postingan berbeda, doakan semoga saya tidak malas untuk menulis blog ini

demkianlah 5 Review Litebeam AC dan AirOS 8 semoga bisa bermanfaat. karena saya sudah mengantuk maka kita akhiri sampai di sini dulu.