Review BlankOn 10 Tambora

berikut ini adalah Review BlankOn 10 Tambora.

Saya mau cerita sedikit, kurang lebih sudah 2 minggu saya menggunakan blankon 10 untuk pekerjaan, secara keseluruhan blankon 10 lebih “enak” digunakan daripada blankon 9. Blankon 10 sudah saya gunakan untuk keperluan pekerjaan sehari – hari. Pertama kali mencoba blankon 10 rasanya benar – benar amejing #sistemoperasikaryaanakbangsa. Langsung saya review dari saya

1. Wallpapernya Keren

wallpapernya khas indonesia dan khas blankon. kita tidak akan menemukan wallpaper khas indonesi di sistem operasi yang lain,

Review BlankOn 10 Tambora

wallpaper khas blankon, ada maskot terbaru dari blankon

Review BlankOn 10 Tambora

rasa optimis dan keinginan agar semua menggunakan blankon dan blankon bisa go internasional .

2. Perubahan Dekstop Manokwari

perubahan dekstop manokwari sangat terasa di blankon 10 tambora. Saya tidak begitu suka dengan blankon 9, karena tampilan dekstop yang saya rasa masih kaku. Kalau di blankon 10 tambora saya sangat sangat sangat menyukainya, mulai dari panel yang ada di sebelah kanan, lalu ada tambahan panel di sebelah kiri, dan dock aplikasi yang ada di bawah

3. Pencarian Aplikasi dan Panel Sebelah Kanan

fitur pencarian aplikasi yang berada di panel sebelah kiri, memudahkan kita untuk mencari aplikasi atau mencari sesuatu melalui mesin pencari.

Review BlankOn 10 Tambora

panel yang ada di sebelah kanan merupakan perubahan terbaru dari manokwari, panel sebelah kanan  untuk menjalankan fungsi-fungsi operasi yang sering digunakan.

Review BlankOn 10 Tambora

4. Tersedia Buku Panduan

jika kalian masih gaptek atau bingung bagaimana menggunakan blankon, jangan kuatir karena ada tutorial blankon versi bahasa indonesia. tutorial blankon tersebut bisa anda dapatkan gratis ketika kalian sudah selesai menginstall blankon

5. Aplikasi Perkantoran dan Multimedia Lengkap

ketika sudah selesai install blankon maka kalian langsung mendapatkan aplikasi multimedia seperti vlc media player, gimp,  inkscape, libreoffice dll.

sekian review blankon 10 tambora, semoge bermanfaat

3 Review Totolink N300RT

3 Review Totolink N300RTseteleh mereview tentag Litebeam AC, selanjutnya saya melakukan 3 review Totolink N300RT. nama totolink memang jarang terdengar di dunia persilatan, apalagi nama “TOTO” sering kita jumpai di toilet. Jadi cerita singkatnya adalah saya ingin membeli Access Point Indoor untuk keperluan Hotspot, setelah saya tanya sana sini akhirnya saya memustukan memilih totolink karena 1 alasan yaitu MURAH. Biasanya saya beli TP Link, tetapi karena ada “penghematan” maka dari itu saya beli totolink. Saya  akan bandingkan Totolink N300RT dengan TP Link WA801ND, kalau kita lihat secara spesifikasi beda beda tipis, tapi selisih harganya lebih kurang 150.000. Lumayan selisih harganya segitu bisa kita pakai untuk makan – makan sambil ngopi. Harga jauh lebih murah terus kualitasnya seperti apa ?, nah…. saya akan jelaskan satu per satu

1. Desainnya Sangat Unik dan Minimalis

kalau kalian lihat gambarnya Totolink N300RT di google maka bentuknya kontak kecil seperti kotak makan anak TK, berwarna putih dan hitam. Bentuk access point ini lebih kecil dari pada TP Link dan sama seperti TP Link ada tombol On/Off di belakang. Fungsi Totolink bukan hanya bisa sebagai access point tetapi bisa juga berfungsi sebagai wireless router, tersedia juga 5 port ethernet yang bisa juga kita gunakan apabila user yang ingin pakai kabel UTP. Berbeda dengan TP Link, 2 antena di Totolink tidak bisa dilepas seperti punyanya TP Link

2. User Interface (UI)

kalau user interface pasti beda dengan TP Link, sehingga tidak akan saya bandingkan lebih bagus yang mana. kalau kalian ingin tahu UI dari totolink bisa coba demonya di http://s.id/f0i.

Saya akan fokus membahas tentang perbedaaan fitur Totolink dan TP Link, perbedaan pertama adalah bisa multiple SSID, perbedaan kedua bisa membatasi jumlah maksimal hp, laptop, tablet, dll yang terhubung ke totolink, dan yang paling saya suka adalah ada penjadwalan untuk reboot yang bisa kita atur sesuai keinginan kita.

3. Kualitas dan Hasil Test

mohon maaf saya tidak bisa melampirkan hasil test dari totolink N300RT, tetapi kalian tidak perlu kecewa karena sudah ada website yang melakukan test kepada totolink N300RT, silakan kunjungi http://s.id/f0B. Kalau sudah lihatnya pasti kalian tidak akan percaya dengan hasil test tersebut. Saya awalnya pun juga begitu, tetapi saya buktikan sendiri hasilnya memang TOP BGT dan HARGA MURAH tetapi kualitas tidak mengecewakan. Hasil test tersebut bisa di jadikan acuan kalau interferensi wireless masih kalau masih “BATAS WAJAR”

sekian dulu 3 review Totolink N300RT, jika ada saran dan kritik bisa komen di bawah

terima kasih

5 Review Litebeam AC dan AirOS 8

5 Review Tentang Litebeam AC dan AirOS 8

saya akan memberikan 5 review litebeam AC dan AirOS 8, beberapa hari yang lalu saya membeli sepasang Litebeam AC untuk keperluan PTP (Point To Point) Wireless.  Ada beberapa hal yang berkesan bagi saya tentang litebeam ac,

1. Cara Merakit

cara merakit litebeam ac seperti kita bermain lego. kita tinggal merakit tanpa menggunakan baut / sekrup. sehingga obeng dan kunci pas tidak saya butuhkan

2. Tampilan UI (User Interface)

user interface yang di gunakan berbeda dengan user interface yang biasanya saya jumpai. menggunakan firmware Air OS 7, tampilan UI tersebut terlihat lebih bagus dari pada Air OS 5 atau 6.

3. Cara menghubungkan Produk UBNT AC dan Produk UBNT Non AC

ini yang menurut saya agak ribet dan awalnya membingungkan, kalau produk tetanga sebelah sebut saja mikrotik bisa merubah band ac menjadi band a only atau menjadi band a/n tanpa melakukan upgrade firmware maka beda cerita dengan produknya ubnt. Untuk beberapa kasus tidak selamanya kita menggunakan band ac, bisa jadi kita menggunakan band a/n karena posisi station atau acces point belum support mode ac.

Tapi pada akhirnya saya bisa menghubungan kedua perangkat tersebut dengan cara mengupgrade firmware, Litebeam AC saya upgrade dari firmware AirOS 7 ke 8 dan Bullet M5 saya upgrade dari firmware AirOS 5 ke 6. Hasilnya bisa terhubung dengan cara Litebeam AC di ganti menjadi Access Point PTMP Airmax Mixed dan Bullet M5 menjadi mode Station. Bagaimana kalau di balik, Bullet M5 menjadi Access Point dan Litebeam AC menjadi station, maka hasilnya tidak bisa terhubung. Kenapa tidak bisa ? karena Litebeam AC hanya bisa scan Access Point yang support AC saja.

jika anda yang belum mengerti tentang band ac, a, atau n saya akan jelaskan di postingan berbeda. semoga ada waktu untuk menulis hal tersebut

4, Tentang Firmware AirOS 8

cara setting liteabeam AC dengan menggunakan firmware AirOS 8 lebih simple dan tidak terlalu banyak option yang membingungkan seperti tetanga sebelah sebut saja mikrotik, Kalian akan di paksa atau wajib merubah password default ubnt menjadi password yang tidak default, hal tersebut juga berlaku untuk firmware AirOS 7 dan 6.

Satu hal yang sedikit kurang memuaskan tentang litebeam ac dan airOS 8  yaitu tidak bisa merubah country code menjadi compliance test secara gratis. Anda bisa mengganti country code menjadi compliance test tetapi menggunakan software berbayar.

5. AirMagic

kelebihan setelah upgrade firmware AirOS 8 adalah fitur air magic, biasanya pengguna ubnt menggunakan airview dan pengguna mikrotik menggunakan snooper untuk memilih frekuensi terbaik agar throughput bisa maksimal.

Nah… Air OS 8 punya fitur AIrMagic, apa itu ?, Intinya adalah Using AirMagic to quickly identify and solve local interference sources (menggunakan AirMagic untuk mengindentifikasi dan menyelesaikan maslah interferensi wireless)

untuk cara menggunakan fitur AirMagic saya akan jelaskan di postingan berbeda, doakan semoga saya tidak malas untuk menulis blog ini

demkianlah 5 Review Litebeam AC dan AirOS 8 semoga bisa bermanfaat. karena saya sudah mengantuk maka kita akhiri sampai di sini dulu.